![]() |
Satuan Pelajar Dan Mahasiswa Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Pemuda Karya (SAPMA DPD IPK) Labuhanbatu saat melakukan Rapat. |
METROINDO.ID | LABUHANBATU - Satuan Pelajar Dan Mahasiswa Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Pemuda Karya (SAPMA DPD IPK) Kabupaten Labuhanbatu meminta kepolisian serta Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Labuhanbatu memperketat pengawasan tempat hiburan malam karaoke Televisi (KTV) dan Club Malam Cafe Remang-remang selama bulan suci Ramadhan 1446/H -2025.
Hal itu diungkapkan Ketua SAPMA DPD IPK Kabupaten Labuhanbatu Ahmadi Ritonga S.IP dalam Rapat bersama Ikatan Pemuda Karya Labuhanbatu di ruang rapat kantor DPD IPK Kabupaten Labuhanbatu, Jum'at (28/2/2025).
"Dinas Perizinan atau DPMPTSP harus tegas untuk menertibkan mana mana KTV yg tidak memiliki izin supaya segara ditutup dan untuk kepolisian kami berharap lebih tegas melakukan razia kerena banyak pelanggaran hukum di tempat-tempat tersebut,” tegas Ahmadi.
Lanjutnya, Ahmadi Ritonga mengungkapkan tempat - tempat yang sudah terbukti sebagai sarangnya narkoba semestinya harus ditutup oleh dinas terkait bukan menjadi pembiaran.
M. Rifky Dalimunthe S.H selaku Bendahara SAPMA DPD IPK Labuhanbatu juga menyampaikan bahwasanya, pelanggaran-pelanggaran hukum sudah menjadi rahasia umum di KTV dan club malam di Labuhanbatu, oleh sebab itu SAPMA DPD IPK Labuhanbatu berharap kepolisian jangan tutup mata dan tutup telinga.
"Kami SAPMA IPK sangat berharap kepolisian tidak tutup telinga dan mata untuk menilai apa yang sudah menjadi rahasia umum di KTV dan club malam yang ada di Labuhanbatu, banyaknya transaksi seksual dan penjualan minuman alkohol secara ilegal, bahkan banyaknya anak di bawah umur yang hadir di tempat tersebut," tutup M. Rifky Dalimunthe.
Club Malam dan KTV yang sudah berdiri di Labuhanbatu menjadi kekhawatiran rusaknya generasi muda, SAPMA DPD IPK Labuhanbatu ikut serta menyelamatkan generasi muda Labuhanbatu.
Terpisah, Kapolres Labuhanbatu AKBP Dr. Bernhard L. Malau, S.I.K., M.H ketika dikonfirmasi terkait hal tersebut belum memberikan jawaban. (MI/Hen)